Dukung Kebijakan Buka-Tutup Pasar Tanah Abang, Sahroni: Jalan Tengah Antara Prokes dan Roda Ekonomi

Meningkatnya jumlah kunjungan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta yang mencapai 100 ribu orang per hari belakangan ini memunculkan kekhawatiran akan munculnya klaster Covid 19 baru. Untuk membendung kerumunan ini, wilayah Tanah Abang kemudian menetapkan aturan buka tutup yang mulai berlaku hari ini. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai kebijakan ini penting mengingat masih tingginya angka penularan di Jakarta.

"Memang kemarin itu situasinya sudah sangat mengerikan dan berbahaya, jadi ini jelas tidak bisa dibiarkan karena sudah pasti bisa jadi kluster baru. Apalagi pada momentum menjelang lebaran begini, tentunya jumlah pengunjung Tanah Abang membludak, sehingga memang harus ada aturan yang membatasi kerumunan. Jangan sampai kita meleng dikit, kasus melonjak," kata Sahroni saat dihubungi wartawan, Senin (3/5/2021). Meski begitu, Sahroni mengakui bahwa memang tidak mungkin jika kegiatan ekonomi distop begitu saja. Sehingga memang harus ada kebijakan yang juga mempertimbangkan faktor ekonomi masyarakat.

"Tapi, saya juga paham bahwa roda ekonomi tidak bisa distop begitu aja, jadi tak mungkin ada penutupan full. Jadi saya setuju dengan konsep buka tutup ini, paling tidak pengunjungnya dibatasi, dan dengan petugas yang betul betul menegakkan aturan ini,” ujarnya. Lebih lanjut, Sahroni menyebut bahwa belajar dari membludaknya kasus di India, satu di antara faktor utama yang meningkatkan kasus Covid 19 di sana adalah kerumunan yang tidak mengikuti protokol kesehatan. “Kita tidak mau apa yang terjadi di India terjadi juga di sini, makanya antisipasi ini memang dibutuhkan, dan yang penting juga adalah prakteknya di lapangan harus betul betul ditaati,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI JakartaAniesBaswedan membeberkan strategi untuk melakukan pengendalian kerumunan masyarakat yang terjadi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal itu diutarakanAniesBaswedan saat dirinya menyambangi Pasar Tanah Abang, guna meninjau penerapan protokol kesehatan di lokasi. Aniesmengatakan, pengendalian yang pertama yakni dengan melakukan sistem buka tutup pintu masuk pasar.

Dengan begitu dirinya meyakini masyarakat yang berkunjung dapat terbagi dua sehingga tidak menimbulkan kerumunan. "Jadi mulai sore ini (Minggu) penutupan pasar akan dibagi, ada yang (tutup) jam 4 dan tutup jam 5, untuk menghindari pengunjung keluar bersamaan dan kemudian menuju ke titik yang hampir sama," kata dia kepada awak media di Pasar Tanah Abang, Minggu (2/5/2021).

Leave a Reply

Your email address will not be published.